PROFIL

POLONGBANGKENG INSTITUTE (LSM POIN)

LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT

Lembaga Swadaya Masyarakat POLONGBANGKENG INSTITUTE (LSM POIN)  merupakan wadah Pendidikan, Controling, Pengembangan  dan Pemberdayaan Masyarakat serta menempatkan upaya advokasi terhadap berbagai permasalahan rakyat sebagai bagian dari gerakan masyarakat Polongbangkeng dalam upaya pendidikan, pemberdayaan dan penguatan masyarakat sosial (social community).

I. GAMBARAN UMUM ORGANISASI

Kelahiran LSM PON di Polongbangkeng Kabupaten Takalar  sejak pertengahan tahun 2015 merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat partisipasi aktif rakyat dalam kehidupan bernegara yang demokratis. Dari beberapa pemuda aktifis Polongbangkeng yang sering berkumpul, tercetus keinginan bersama untuk saling mengikat dalam sebuah wadah, yang

sinergisasi antar penggiat aktifis dan para masyarakat sipil kecamatan Polongbangkeng yang ada di Kabupaten Takalar. Inilah yang menjadi dorongan awal lahirnya Lembaga Swadaya Masyarakat POLONGBANGKENG INSTITUTE (LSM POIN). Lembaga Swadaya Masyarakat POLONGBANGKENG INSTITUTE merupakan wadah Pendidikan, Pemantau Pengelolah Anggaran, Pengembangan, dan Pemberdayaan masyarakat Masyarakat Sosial  dibidang ilmu pengetahuan serta memantau perilaku pemerintah terhadap berbagai permasalahan rakyat dalam kerangka pemberdayaan dan penguatan masyarakat sosial.

Sejak dari awal kelahirannya Lembaga Swadaya Masyarakat POLONGBANGKENG INSTITUTE telah memegang beberapa amanah penting bagi penguatan masyarakat sosial, dengan peran: Education, Pemantau dan Advokasi serta Pengembangan. Melalui peran inilah Lembaga Swadaya Masyarakat POLONGBANGKENG INSTITUTE mengaktualisasikan diri baik kedalam maupun keluar dengan semua stakeholder. Terhadap isu-isu Good Governance dan Peace Building, dalam hubungannya ke eksternal lembaga baik dengan jaringan lain maupun dalam konteks kehidupan bernegara, Lembaga Swadaya Masyarakat POLONGBANGKENG INSTITUTE tetap memelihara independensi, akuntabilitas, transparansi dan integritasnya sebagai Organisasi masyarakat Sosial yang tangguh dan memihak kepada rakyat

II. SEJARAH SINGKAT

Lembaga Swadaya Masyarakat POLONGBANGKENG INSTITUTE didirikan oleh orang-orang yang memiliki perhatian terhadap Pendidikan kemasyarakatan dan peningkatan kualitas sumberdaya manusia. Berdasarkan kesepakatan para aktifis muda Polongbangkeng dalam musyawarah yang dilaksanakan di Kediaman Kakannda Mansyur Salam, SE. Awal Tahun 2015. Dari hasil pertemuan tersebut dibentuklah Lembaga Swadaya Masyarakat POLONGBANGKENG INSTITUTE disingkat LSM POIN ini berfungsi sebagai wadah Pelatihan Pendidikan, Pemantauan Pengelolah Anggaran, Pemberdayaan, dan Pengembangan Masyarakat.

Pada Musyawarah itulah yang menjadi dasar pengajuan SKT pada KESBANGPOL Kabupaten Takalar yang penuh dengan suka duka dalam pengurusan administrasi perihal keterbatasan finansial. Tetapi dengan niat yang suci demi rakyat segala kendala teratasi sehingga pada Kamis Tanggal 12 Pebruari tahun 2015 melakukan pengajuan ke NOTARIS untuk membuatkan AKTA sebagai persayaratan penerbitan SKT di Kesbangpol Kabupaten Takalar. Selanjutnya dalam perjalanan dan dinamika organisasi pada akhirnya Lembaga Swadaya Masyarakat POLONGBANGKENG INSTITUTE resmi berdiri memegan Sertifikat dan Akte Notaris.

Lembaga ini didirikan sebagai respons atas kepedulian kita terhadap perkembangan masyarakat sosial (social community), sumber daya manusia (human resources), dan perubahan perilaku masyarakat yang berkualitas dan berbudaya, serta terwujudnya masyarakat social community yang berperadaban. Adalah kesadaran umum bahwa sumber daya manusia yang berkualitas menjadi prasyarat bagi terwujudnya masyarakat dan bangsa yang maju dan modern. Berdasarkan data Bank Dunia, Indonesia adalah negera urutan ketiga (setelah Amerika Serikat dan Rusia) terkaya dalam hal sumber daya alam. Namun demikian, kondisi ini tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakatnya. Sampai saat ini, Indonesia masih berada dalam kelompok negara berkembang.

Fakta ini disebabkan oleh masih rendahnya kualitas sumber daya manusia Indonesia pada satu sisi, dan rusaknya moral dan etika masyarakat dan pemerintahannya pada sisi lainnya. Kekayaan alam yang berlimpah tidak dapat dioptimalkan pemanfaatannya karena tidak ditunjang oleh sumberdaya manusia yang memadai. Rendahnya kualitas penyelenggaraan pemerintahan yang baik, birokrasi yang masih lekat dengan KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme) menjadi problem yang harus segera dipePOINkan bersama oleh bangsa ini.

Dalam konteks global, bangsa ini juga dihadapkan para kecenderungan tata kelola dunia yang semakin hari tidak semakin baik, tetapi semakin tidak jelas arahnya. Ekonomi yang liberal dan globalisasi dalam segala aspek kehidupan adalah sebagian daftar dari problem yang juga membutuhkan solusi segera.

Berangkat dari persoalan-persoalan di atas, maka beberapa aktifis yang mempunyai kepedulian terhadap problem kemasyarakatan dan kebangsaan dan upaya-upaya mengatasi persoalan-persoalannya, baik pada level akademis maupun praktis, bergabung mendirikan suatu Lembaga Swadaya Masyarakat bernama “POIN”. Namun demikian, lembaga ini tidak didedikasikan untuk menjawab semua persoalan diatas dalam kerangka besar Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Tetapi lebih fokus pada daerah yang lebih sederhana, yaitu Kabupaten Takalar Kecamatan Polongbangkeng Selatan dan Utara.

III.   TUJUAN

Lembaga ini bertujuan untuk melakukan pengembanga, pemberdayaan masyarakat, serta turut serta melakukan control kebijakan pemerintah demi terciptanya masyarakat sejahtera, adil dan makmur. Mindidik moral dan perilaku anak bangsa kearah positif dan kearah yang lebih berkembang serta berperan dalam upaya-upaya peningkatan kualitas manusia di bidang ilmu pengetahuan, sosial dan kebudayaan, meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan pembangunan.

IV.   DEFINISI

LSM POIN Adalah : Lembaga Swadaya Masyarakat POLONGBANGKENG INSTITUTE yang berbentuk jaringan, terdiri dari unsur-unsur anggota, pengurus, yang mendorong perubahan kebijakan untuk mendidik dan mengembangkan perilaku masyarakat kearah yang lebih maju dan menjaga kestabilan dalam berkehidupan sosial dan budaya. dengan sumber dana berasal dari iuran anggota, kerjasama yang tidak mengikat dan usaha-usaha lain.

V.      VISI DAN MISI

Visi

LSM POLONGBANGKENG INSTITUTE memiliki visi terwujudnya masyarakat sosial yang berpengetahuan tinggi, memiliki sifat pendidik/mendidik dan dapat menjaga kestabilan dalam berkehidupan sosial dan budaya terhadap negara dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip demokratis, keadilan serta hak asasi manusia menuju masyarakat sosial sejahtera, adil dan makmur.

Misi

1.      Melaksanakan pelatihan dan pemberdayaan anggota, meningkatkan dan mengembangkan wawasan masyarakat, advokasi kebijakan dan penguatan sumber daya organisasi

2.      Melaksanakan prinsip tata kelola organisasi yang baik dan bersih.

VI.   NILAI-NILAI

1.      Pendidikan

2.      Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia

3.      Controling dan Advokasi

4.      Sosial Budaya

VII.  SUSUNAN PENGURUS LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT

        POLONGBANGKENG INSTITTE

Dewan Perwakilan Anggota

Direktur Eksekutif                  : Mansyur Salam, SE.

Sekretaris Eksekutif                : Nasir, S.Pd.I.

Bendahara                             : Basri

Bidang Ekonomi & Politik       : Hasbullah

Bidang Hukum, Advokasi        : Muhammad Kasim

& Hak Asasi Manusia             

Bidang Kesehatan Lingkungan: Saparuddin

Hidup dan Pertanian             

Bidang Pendidikan, Penelitian : Syaharuddin

Pelatihan & Pengembangan

Bidang Investigasi Dan Data  : Tajuddin

Bidang Pemberdayaan Gender : Asriana Anwar

IX.  PENUTUP


Demikian Profil Lembaga Swadaya Masyarakat POLONGBANGKENG INSTITUTE ini dibuat untuk dapat dijadikan sebagai pegangan dan dapat dijadikan referensi bagi berbagai fihak, dalam menjalin kerjasama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat Polongbangkeng Institute.